Isi data Anda dan tim kami akan segera menghubungi. Dapatkan pricelist lengkap setelah pengisian.
Terima kasih, Aiden Lucas. Tim kami akan segera menghubungi Anda melalui email atau nomor yang telah Anda berikan.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang properti Pacific Garden resmi memperluas jangkauan pasarnya ke wilayah Jakarta Barat dengan meluncurkan proyek hunian tapak terbaru, Pacific Garden Puri. Berlokasi di Meruya Selatan, proyek ini menandai pergeseran fokus pengembang yang sebelumnya sukses dengan konsep campus town di Alam Sutera, kini menyasar segmen keluarga muda urban.
Direktur Utama Pacific Garden, Akwila Natanael, menyatakan, proyek ini dirancang untuk menjawab kebutuhan hunian fungsional di tengah keterbatasan lahan ibu kota. Dalam pelaksanaan soft launching, Sabtu (14/2/2026), pengembang mencatat respons pasar yang signifikan dengan tingkat serapan unit mencapai lebih dari 80 persen hanya dalam hitungan jam.
Konsep split-level dan corridor-less diterapkan untuk memaksimalkan sirkulasi udara serta pencahayaan alami, memberikan kesan ruang yang lebih lega meskipun berdiri di atas lahan yang terbatas.
Dari sisi spesifikasi bangunan, pengembang menggunakan material beton bertulang dengan penggunaan tinted glass pada fasad yang diklaim mampu mereduksi panas matahari hingga 65 persen. "Kami konsisten mengusung komitmen On Time, On Quality. Keberhasilan proyek-proyek sebelumnya menjadi standar kami dalam menghadirkan hunian yang fungsional sekaligus memiliki nilai investasi jangka panjang," ujar Akwila Natanael. Aksesibilitas dan Fasilitas Kawasan Kawasan hunian ini didukung oleh infrastruktur internal dengan lebar jalan utama (ROW) 10 meter dan jalan lingkungan 8 meter. Lokasinya terbilang strategis karena memiliki akses langsung menuju pintu Tol Meruya Selatan, serta dikelilingi oleh ekosistem fasilitas publik yang lengkap di kawasan Puri Indah, mulai dari pusat perbelanjaan, rumah sakit unggulan, hingga institusi pendidikan internasional.
Pacific Garden Puri menawarkan 500 unit hunian dengan total valuasi Rp 1 triliun, mencakup empat tipe yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga muda mulai dari harga terendah Rp 1,68 miliar hingga Rp 3,5 miliar.
Akwila menjanjikan, serah terima kunci pada akhir 2026, seiring dengan masa berlaku bebas PPN. "Tingginya minat konsumen pada tahap awal ini mendorong kami untuk segera membuka blok baru guna memenuhi permintaan pasar yang belum terakomodasi pada saat peluncuran perdana," tuntas Akwila.
Sumber : kompas.com